“Hi, Malaysia! Come on, buy something and spend your money!’
Sapaan itu hampir selalu muncul setiap kali beberapa wartawan Indonesia membuat liputan mengenai Piala Dunia 2010 atau berkunjung memasuki kawasan perdagangan dan pasar. Bahkan , jika sedang berada di stadium untuk membuat liputan perlawanan , wartawan Indonesia sering kali dianggap sebagai rakyat Malaysia.Pihak berkuasa Afrika Selatan juga sering tidak dapat membezakan mereka dengan orang Malaysia.
Ramai diantara mereka menjadi sedih. Yang lebih menyedihkan lagi, ketika dijelaskan bahawa mereka berasal dari Indonesia, sering kali pihak luar tidak tahu dimana terletaknya negara Indonesia.
Ketika wartawan Indonesia berjalan di luar Stadion Free State, Bloemfontein, sekelompok polis menyapa. “Hai, anda Malaysia?” Mereka segera menjawab mereka adalah orang Indonesia dan bukan orang Malaysia. Salah seorang polis yang bertugas, Mashushu, kembali bertanya, “Anda dari Indonesia? ..Dekatkah dengan Kuala Lumpur ? Sebelah mananya dengan Bangkok?”
Hati mereka tersentap! Polis yang menyoal mereka itu menganggap Indonesia sebagai sebuah negara kecil yang sukar dicari di peta dunia. Maka, dengan kesabaran dan kesedihan yang dipendam, mereka membuka peta di handphone. Lalu ditunjukkan letaknya geografi Indonesia.
“Oh, big country. Is it Indonesia?” kata polis itu dengan kehairanan yang tak dibuat-buat. Maksudnya, “Oh, negara besar. Benarkah ini Indonesia?”
Pertanyaan tersebut sungguh menyakitkan hati. Ternyata masih banyak yang belum kenal dengan Indonesia. Ketika disebut Soekarno pun, generasi sekarang sudah banyak yang lupa atau bahkan tak kenal. Ketika mengatakan Bali, hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya.
Mereka bercerita mengenai batik yang merupakan pakaian kegemaran tokoh besar mereka, Nelson Mandela , dan Indonesia sudah beberapa kali memberi hadiah batik kepadanya. Ternyata, orang Afrika pun tidak tahu itu namanya batik. Mereka menyebutnya “Madiba’s Shirt” atau pakaian Mandela. Madiba adalah nama popular untuk menyebut Mandela. Di pasar pun, orang menyebut Madiba’s Shirt, bukan batik.
Semasa persidangan wartawan yang bertempat di Sandton Convention Center, Johannesburg, seorang wartawan tempatan bersalaman lalu bertanya , “Anda dari Malaysia atau Thailand?” tanyanya.Sekali lagi, persoalan tersebut mengundang rasa tidak selesa dikalangan wartawan Indonesia. Lalu, seperti biasa mereka menjelaskan tentang Indonesia.Segala yang boleh dibanggakan diceritakan, walaupun kadang-kadang wartawan itu tidak percaya.
Wartawan Afrika Selatan kembali bertanya, siapa pasukan yang mereka sokong di Piala Dunia. Wartawan Indonesia hanya memberikan nama beberapa pasukan yang terbaik.
“Negara anda belum pernah bermain di Piala Dunia, ya?” tanyanya lagi.
Urrrrrrrrrgh…!
Pertanyaan yang makin menyakitkan hati. Seolah-olah , dia ingin membandingkan pasukan negaranya dengan Indonesia. Soal bola sepak , sudah jelas mereka mati kutu. Tak ada yang boleh banggakan, kecuali pernah mengikut Piala Dunia pada 1938. Itu pun, Indonesia masih dijajah Belanda dan memakai nama West Indies, bukan “INDONESIA”.
Seorang kakitangan Adidas, Thomas, yang berasal Belanda, dengan akrab menyapa. Mereka pun memperkenalkan mereka dari Indonesia. Dia lalu bertanya, tentu banyak orang Belanda di Indonesia karena pernah dijajah oleh negeranya.
Luka lama pun semakin terkorek, meski dia bertanya tanpa maksud apa-apa pun. Lalu, mereka pun bertanya kembali apa yang beliau tahu tentang Indonesia.
“Oh, saya tahu banyak Indonesia dan ingin ke sana. Salah satu negara terbesar di dunia. Tapi, anehnya di Belanda, banyak yang tak tahu Indonesia itu negara besar. Mereka kira Indonesia negara kecil,” Ujar beliau.
Pada 10 Jun, sehari menjelang Piala Dunia 2010, KBRI mengeluarkan demonstrasi khas Indonesia, pencak silat, dalam karnival di Pretoria. Ternyata, masih ada yang mengira itu kung fu dari China. Padahal sudah jelas, Indonesia membawa sepanduk yang bertulis pencak silat dari Indonesia dan membawa bendera Merah Putih.
Rupa-rupanya, Indonesia mungkin masih kurang popular di peringkat antarabangsa. Segi teknologi mereka dianggap terbelakang. Olahraga belum tentu lagi, apalagi sepak bola.Yang dibanggakan hanya sedikit , itupun badminton. Segi kebudayaan kurang promosinya.
Hairannya, orang luar lebih kenal negara jiran berbanding Indonesia sendiri. Hampir setengah bulan di Afrika Seltan, entah sudah berapa kali disapa sebagai orang Malaysia.
Kesimpulannya , aku sebagai rakyat Malaysia berbangga sangat-sangat kerana orang luar memang mengenali Malaysia walaupun negara kita amat kecil di mata dunia.




04 Jul 10 6:37 pm
kesian tol indonesian…
artikel menarik bro…
tapi actually indon ni banyak benda gak lagi bagus dari malaysia…
cuma mungkin rakyat terlalu ramai, tak leh nak menunjuk kemampuan mereka… especially dari segi technology ICT… aku rasa diorang jauh kedepan…
07 Jul 10 2:35 pm
ni kisah benar ek bro?
09 Jul 10 12:36 am
aik??? sy g mekkah, org luar ramai lebih mengenali indonesia,,, cm x cye jerk,,, huhu~~ bengang pon ade,, die kata sy ni indonesia,,, pape pon,, kita sume ni serumpun
17 Jul 10 9:59 pm
Proud to be Malaysian!!
27 Jul 10 12:23 am
betul ker ni bro??
31 Jul 10 6:49 pm
Bangga aku sebagai rakyat Malaysia bila baca artikel nih.
29 Aug 10 5:47 am
aku lebih malu bila di bilang orang malaisia karna sudah terkenal sering ngambil kebudayaan yang bukan miliknya, terutama dari orang indonesia yang ga keitung kekayaan budayanya,, itu tandanya malaisia….. hehe (taulah pikir aja sendiri)berulah di wilayah kedaulatan negara indonesia.. toh banyak orang eropa, amerika afrika, india, brunei, australia etc, yang belajar kebudayaan di indonesia, bahkan di kampus saya sendiri, mereka berkomentar dengan bahasa indonesia “sungguh memalukan itu orang malaisia,, apakah mereka tidak malu oleh dunia dengan yang mereka ambil dari indonesia” wah dinegaranya malaisia membangga banggakan,, toh ternyata hehehehe…. kebudayaan melayu yang mereka akui,, toh di indonesia juga ada kan? hehe kalau rakyat malaisia tau seandainya kemerdekaan indonesia tidak jatuh pada tanggal17 agustus 1945 tetapi di tunda 2 minggu setelah itu maka malaysia akan menjadi bagian dari indonesia yang di sebut dengan negara nusantara, maka anda semua sebagai rakyat malaysia jangan pula terlalu bangga,
29 Aug 10 5:56 am
malaysia…..???…..aku malah tidak tau ada negara malaysia…karena aku pikir malaysia adalah sebuah omong kosong, sebuah kebudayaan proletar, dan sebuah bangsa yang nomaden, karena memang sama sekali tidak punya tempat, dan selalu mengambil apa yang menjadi milik bangsa lain……aku adalah orang indonesia…..HIDUPLAH INDONESIA RAYA…..NUSANTARA ADALAH ATAP KU, DAN TANAH AIR ADALAH ALAS TIDUR KU, HARAP TANGGALKAN TANDUK KEMUNAFIKAN ANDA
09 Sep 10 6:27 pm
Artikel ne terlalu mengada-ngada. Tau tak ape tu mengada-ngada? Ianya adalah penyampaian dusta belaka. Jangan memalukan diri sediri…. Kalau anda memang berjaya di mata dunia silakan anda ceritakan kelebihan bangsa anda sendiri tanpa harus menjelekan bangsa lain. Sungguh jelas artikel yang anda buat tak bermartabat, murahan.
Jangan sombong. Orang yang sombong, Allah tak suka.